NILAI EKONOMIS MENANAM BIBIT PISANG CAVENDISH

bibit pisang cavendish super

Bibit Pisang Cavendish merupakan tanaman buah unggul yang rasa buahnya enak dan banyak digemari masyrakat umum.  Pisang Cavendish sangat menarik dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Selain itu, bagian lain dari pisang juga memiliki banyak manfaat. Misalnya kulit pisang Cavendish, kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka.

Daun pisang Cavendish sangat bagus dengan ukuran lebih lebar, dapat dipakai sebagai pembungkus berbagai macam makanan tradisional Indonesia yang ramah lingkungan. Batang pisang cavendish dapat diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas, dsb. Batang pisang cavendish yang telah dipotong kecil dan daun pisang juga dapat dijadikan sebagai makanan ternak seperti domba dan kambing pada saat musim kemarai ketika rumput tidak atau kurang tersedia.

Tanaman buah pisang cavendish telah cukup banyak diproduksi, misalnya di Jawa Barat adalah Cianjur, Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Indonesia sendiri termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang, Hongkong, China, Singapura, Arab, Australia, Negeri Belanda, Amerika Serikat, dan Perancis. NIlai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke China.

Syarat Tumbuh Bibit Pisang Cavendish

Bibit Pisang Cavendish dapat tumbuh di daerah dengan iklim tropis basah, lembab, dan panas yang mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Bibit Pisang Cavendish dapat tumbuh di tanah yang kaya humus, mengandung kapur atau tanah berat. Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan. Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2000 mdpl. Pisang Ambon, Nangka, dan Tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1000 mdpl.

Pisang Cavendish adalah salah satu komoditas buah unggulan Indonesia yang telah merambah pasar internasional. Luas panen dari produksi pisang Indonesia menempati porsi pertama. Ditinjau dari sisi produktivitas, untuk komoditas pisang di Indonesia selama kurun waktu 1980-2015 cenderung berfluktuasi dengan rata-rata pertumbuhan pisang di Indonesia mencapai 12,53 ton/ha kemudian naik pada tahun 2015 menjadi 77,64 ton/ha.

Pisang Cavendish merupakan komoditas yang mudah dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia, banyak sekali jenisnya serta merupakan jenis buah yang cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat untuk semua umur dan status sosial karena harganya yang relatif terjangkau dan mudah didapat. Konsumsi pisang di Indonesia umumnya dikonsumsi langsung (segar), seperti pisang ambon, raja, mas, dan barangan. Namun tidak sedikit yang mengkonsumsi dalam bentuk olahan seperti keripik, sale pisang, kolak, digoreng atau direbus.

Khusus untuk komoditas pisang Cavendish, pengembangannya demikian penting mengingat prospek permintaannya yang terus meningkat dan potensi produksinya yang masih bisa terus ditingkatkan. Perkembangan industrialisasi yang disertai dengan urbanisasi meningkatkan permintaan tanaman pisang. Proporsi pengeluaran untuk komoditas tersebut lebih besar bagi penduduk kota dibanding penduduk desa. Demikian juga untuk penduduk berpendapatan tinggi proporsi tersebut lebih besar dibanding penduduk berpenghasilan rendah. Selain itu pengembangan produksi pisang Cavendish di Indonesia masih terbuka lebar untuk ekspor.

Produksi pisang Cavendish di Indonesia sebagian besar masih ada di pulau Jawa, di luar itu ada Sulawesi Selatan dan Lampung. Indonesia mempunyai potensi sumber daya lahan yang sangat besar untuk pengembangan agribisnis pisang yaitu 2,8 juta ha yang tergolong mempunyai potensi cukup tinggi. Salah satu penghasil pisang teresar adalah Jawa Tengah, namun belum tergarap secara optimal.

Pada tahun 2018, Kementan sebut nilai ekspor pisang naik 70,6%.  Berdasarkan data dari BPS pada tahun 2017, volume ekspor pisang Indonesia sebesar 18.176.619 kg. Adanya peningkatan pada tahun 2018 untuk ekspor pisang Indonesia sebesar 30.372.955 kg. Untuk nilai ekspor pisang Indonesia pada tahun 2017 sebesar US$8.868.111 dan meningkat di tahun 2018 sebesar US$14.609.697 atau ada peningkatan 64,74%. Dengan angka tersebut, bisnis komoditas pisang terhitung menjanjikan.

Peluang Bisnis Bibit Pisang Cavendish

Tanaman pisang Cavendish memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Permintaan pisang dalam negeri tahun 2016 diproyeksikan sebesar 1,54 juta ton dan 1,51 juta ton pada tahun 2020. Secara keseluruhan, konsumsi pisang untuk 5 (lima) tahun ke depan (2016-2020) akan mengalami penurunan sebesar 0.52% per tahun, meski begitu dengan adanya upaya bersama semua pihak untuk meningkatkan konsumsi pisang perlu dilakukan untuk mengantisipasi proyeksi ini.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi mengatakan, budidaya pisang di Indonesia selama pemerintahan Jokowi-JK menunjukkan kinerja yang membanggakan. Dijelaskan Suwandi, volume ekspor pisang 2018 mencapai 30.373 ton, naik 67% dari 2017 yang hanya 18.192 ton. Dari volume ini, nilai ekspornya mencapai Rp. 204,54 miliar, naik 70,65% dibanding 2017 sebesar Rp. 119.86 miliar.

Perolehan ini membuktikan bahwa pengembangan budidaya pisang di Indonesia semakin meluas dan produktif, juga menggiurkan dalam memberikan keuntungan besar. Bahkan budidaya pisang banyak dikembangkan perusahaan besar yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga diekspor.

Perkebunan pisang yang permanen (diusahakan terus menerus) dengan mudah dapat ditemukan di Meksiko, Jamaika, Amerika Tengah, Panama, Kolombia, Ekuador dan Filipina. Di negara tersebut, budaidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur teknis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standar internasional.

Hal itu menunjukkan bahwa pisang cavendish memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. Permintaan pisang dunia memang sangat besar terutama jenis pisang Cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia. Selain berpeluang dalam ekspor pisang utuh, saat ini ekspor pure pisang juga memberikan peluang yang baik.

Saat ini buah pisang sudah banyak yang diolah menjadi berbagai produk olahan. Buah pisang yang sangat bervariasi jenisnya mempunyai potensi masing-masing untuk diolah menjadi produk olahan menrutu sifat khusu buah pisang serta tingkat kematangannya. Salah satu kelebihan buah pisang adalah potensinya untuk diolah dalam kondisi bagaimanapun. Buah yang masih muda biasanya diolah menjadi keripik, yang matang sempurna diolah menjadi pisang sale sedangkan yang sudah kelewat masak dapat diolah menjadi dodol.

Dengan demikian maka pengolahan dapat menyelamatkan pisang dalam berbagai kondisi. Petani pisang mempunyai peluang yang sangat besar untuk melakukan usaha pengolahan karena tanaman pisang tidak mengenal musim sehingga produksi makanan olahan dari buah pisang dapat diproduksi sepanjang waktu. Selain itu semua jenis pisang dalam kondisi bagaimanapun bisa diolah menjadi makanan olahan.

Ada pun, sentra industri pisang memiliki banyak opsi yang dapat digunakan sebagai produk pendongkrak penjualan. Di antaranya adalah: keripik pisang dan olahan pisang crispy. Dalam kurun waktu belakangan, olahan pisang yang dibalut tepung roti lantas diberi topping banyak merajalela di pasaran. Selain itu, ada juga sentra agribisnis keripik pisang. Agroindustri keripik pisang merupakan suatu subsistem agribisnis yang memanfaatkan buah pisang Cavendish untuk diolah menjadi berbagai macam reasi keripik pisang yang lebih bernilai ekonomis. Demikian artikel singkat tentang Nilai ekonomis budidaya bibit pisang cavendish. Untuk informasi dan konsultasi selanjutnya, silahkan kontak nomor Whataspp di atas. Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *